Menu

Mode Gelap
Apa Dampaknya jika ”Parliamentary Threshold” Dinaikkan? Wacana Ambang Batas 7% Ungkap Ketidakpastian Hukum dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Tanggapan Pemohon atas Klaim Mendikdasmen MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan Mendikdasmen: Anggaran Pendidikan Naik, Tak Dipangkas untuk MBG Surya Paloh: Nasdem Konsisten Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen UU APBN Digugat ke MK, DPR: MBG Tak Pakai Dana Pendidikan

Nasional

Surya Paloh: Nasdem Konsisten Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen

badge-check


					Surya Paloh: Nasdem Konsisten Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen Perbesar

Surya Paloh: Nasdem Konsisten Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen

Jakarta – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan bahwa partainya tetap konsisten mendorong agar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ditingkatkan menjadi 7 persen. Paloh menilai angka tersebut jauh lebih efektif bagi sistem demokrasi di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa visi NasDem adalah mengubah sistem multipartai menjadi lebih selektif demi stabilitas. Pernyataan ini disampaikan Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

“Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,” ujar Surya Paloh.

Paloh juga menyoroti fenomena banyaknya partai politik saat ini. Ia mengajak semua pihak untuk merenung apakah banyaknya partai tersebut sudah memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

“Jadi agak bisa jadi perenungan bagi kita. Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri. Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki. Kemampuan, efektivitas, daya nalar, intelektualitas, dan moralitas itu harus bergerak jauh lebih mendekati dan lebih mendekati ke arah tujuan kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa partai politik memiliki peran penting untuk membangun kesadaran masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kebebasan harus dibarengi dengan tanggung jawab dan konsistensi antara ucapan dan perbuatan.

“Kalau itu dia berhenti di tempat, apalagi setback, mundur ke belakang, kebebasan hanya untuk sekadar kebebasan, nah ini kesedihan bagi kita semuanya. Kita melihat kulit luar, itu jauh lebih penting, sebuah pencitraan jauh lebih hebat dibandingkan esential soul, autentiknya yang kita miliki. Nah, tinggal pilihan-pilihan bagi kita,” kata Paloh.

Ia juga menambahkan pentingnya kehadiran suri keteladanan dalam memimpin bangsa.

“Di situlah pentingnya kehadiran suri keteladanan. Siapa saja yang berani berbicara dan mengutarakan pikiran-pikirannya yang hebat, itu harus disertai juga dengan nilai keteladanan yang ada pada dirinya. Ucapan yang sebanding juga dengan perbuatan. Ada konsistensi di sana. Bangsa ini butuh itu. Kalau enggak kita terjebak pada seluruh kepura-puraan terus-menerus dari waktu ke waktu,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Apa Dampaknya jika ”Parliamentary Threshold” Dinaikkan?

25 Februari 2026 - 02:47 WIB

ambang batas parlemen

Wacana Ambang Batas 7% Ungkap Ketidakpastian Hukum dalam Putusan Mahkamah Konstitusi

24 Februari 2026 - 23:39 WIB

Kawal Pemilu dan Demokrasi

Tanggapan Pemohon atas Klaim Mendikdasmen MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan

23 Februari 2026 - 17:53 WIB

Mendikdasmen: Anggaran Pendidikan Naik, Tak Dipangkas untuk MBG

22 Februari 2026 - 02:15 WIB

Anggaran Pendidikan Naik, Tak Dipangkas untuk MBG

UU APBN Digugat ke MK, DPR: MBG Tak Pakai Dana Pendidikan

20 Februari 2026 - 02:11 WIB

UU APBN Digugat ke MK, DPR MBG Tak Pakai Dana Pendidikan
Trending di Nasional