Menu

Mode Gelap
Khomenei Meninggal, Bagaimana Mekanisme Pergantian Pemimpin Tertinggi Iran? MBG Disebut “Harga Mati”, Penggugat: Jangan Ambil dari Pos Pendidikan Rangkap Jabatan dan Standar Ganda Penegakan Hukum Apa Dampaknya jika ”Parliamentary Threshold” Dinaikkan? Wacana Ambang Batas 7% Ungkap Ketidakpastian Hukum dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Tanggapan Pemohon atas Klaim Mendikdasmen MBG Tak Kurangi Anggaran Pendidikan

Seputar Hukum

Berapa Biaya Pendaftaran Tanah?

badge-check


					ilustrasi biaya tanah Perbesar

ilustrasi biaya tanah

Jendelahukum.com, Seputar Hukum – Berapa biaya pendaftaran tanah? Pertanyaan itu seringkali diajukan oleh khalayak masyarakat yang hendak melakukan pendaftaran tanah. Bukannya apa, pengurusan pendaftaran tanah cukup memakan banyak biaya. Apalagi menggunakan jasa orang lain, ya tentu tambah mahal lagi.

Lalu bagaimana jika mengurus pendaftaran tanah sendiri? jawabannya tergantung pada luas tanah dan harga jualnya. Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan sebagai berikut:

Biaya Pendaftaran Tanah

Biaya pendaftaran tanah diatur dalam PP No 13 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN. Adapun rincian tarif pelayanan pengukuran sesuai dengan  Pasal 4 ayat 1 adalah sebagai berikut:

  • Luas Tanah sampai 10 hektar, TU = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp.100. 000
  • Luas Tanah di atas 10 hektar s/d 1.000 hektar, TU = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp.14.000.000
  • Luas Tanah di atas 1.000 hektar, TU = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp.134.000.000

Selain itu ada tarif pelayanan pemeriksaan tanah diatur dalam Pasal 7 ayat 1 yaitu, sebagai berikut:

  • TPA = ( L / 500 × HSBKpa ) + Rp.350.000
  • Pelayanan Pendaftaran Tanah ( Pasal 17 ayat 1 dan Lampirannya )
  • Pendaftaran untuk pertama kali Rp.50.000
  • Biaya transportasi, konsumsi dan akomodasi (Pasal 20 ayat 2 ) ditanggung sendiri oleh Pemohon.
  • Biaya Sertifikasi Tanah

Note: TU (tarif ukur), L (luas tanah), HSBku (harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran), HSBKpa (Harga satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A), HSBKpb (Harga Satuan Biaya Khusus Panitia Penilai B).

Sebagai contoh:

Pak dul memiliki sebidang tanah seluas 100 m2 di Jakarta Timur dengan harga jual Rp.500 Juta. Maka simulasi biaya pendaftarannya adalah sebagai berikut:

Biaya Pengukuran Tanah

TU         = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp.100. 000

= ( 100 m2 / 500 x Rp.80.000) + Rp.100.000

= Rp.116.000

HSBku yang berlaku = Rp.80.000

Biaya Pemeriksaan Tanah

TPA       = ( L / 500 × HSBKpa ) + Rp.350.000

= ( 100 m2 / 500 x Rp.67.000) + Rp.350.000

= Rp.363.400

HSBKpa yang berlaku = Rp.67.000

Biaya Pendaftaran Tanah Pertama Kali

Untuk biaya pendaftaran tanah pertama kali akan dikenakan tarif sebesar Rp.50.000

Total biaya wajib disetor langsung ke kantor BPN setempat

TU + TPA + Biaya Pendaftaran Pertama Kali

Rp.116.000 + Rp.363.400 + Rp.50.000

Rp.529.400

Note: Ada juga Biaya transportasi, konsumsi dan akomodasi petugas yang nominalnya tidak ditentukan karena ditanggung oleh pemohon

Ilustrasi berkas sertifikat

BPHTB (biaya yang harus dilunasi sebelum sertifikat tanah diterbitkan)

Penghitungan biaya BPHTB yang harus dilunasi sebelum diterbitkannya sertifikat tanah adalah sebagai berikut:

( NPOP – NPOPTKP) x 5%

(Rp.500.000.000 – Rp.60.000.000) x 5%

(Rp.440.000.000 ) x 5%

Rp.22.000.000

  • NPOPTKP yang berlaku di DKI Jakarta Rp.60.000.000
  • Jumlah ini disetor langsung ke bank Pemerintah

Sertifikat tanah

Demikian, penjelasan tentang biaya tanah berdasarkan PP No 13 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN.

Sekalipun relatif memakan banyak biaya, akan tetapi pengurusan sertifikat tanah merupakan sebuah kebutuhan. Seseorang dianggap sebagai pemilik sah atas tanah hanya dapat dibuktikan berdasarkan kepemilikan sertifikat tanah.

Untuk itu, sertifikat tanah memberikan kepastian dan perlindungan hukum pemilik tanah dari upaya penyerobotan oleh pihak manapun. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Khomenei Meninggal, Bagaimana Mekanisme Pergantian Pemimpin Tertinggi Iran?

2 Maret 2026 - 09:50 WIB

Ayatollah Ali Khomenei

Sertifikat Tanah Elektronik: Apakah Lebih Aman atau Justru Berisiko?

16 Februari 2026 - 09:52 WIB

Sertifikat Tanah Elektronik: Apakah Lebih Aman atau Justru Berisiko?

Tiga Model Pengujian Konstitusional

3 Desember 2024 - 08:26 WIB

Pengujian Konstitusional

Perbedaan Penyelidikan dan Penyidikan

20 November 2024 - 07:33 WIB

Perbedaan Antara Penyelidikan dan Penyidikan

Upaya Hukum dalam Perkara Pidana

9 November 2024 - 15:10 WIB

Upaya hukum dalam perkara pidana
Trending di Seputar Hukum