Menu

Mode Gelap
Penipuan atau Wanprestasi? MA Tegaskan Itikad Awal Menjadi Pembeda Utama Warganet Ditangkap Usai Unggah Pidato Prabowo, Di Mana Batas Kritik? Kasus Febrie Adriansyah di Persimpangan: Bukti Penyidik vs Uji Praperadilan Mengapa Case Theory Harus Ditentukan Sebelum Menyusun Gugatan? Proses Gugatan Sengketa Tanah di Pengadilan: Tahapan yang Perlu Diketahui Pilkada Tanpa Wakil: Solusi atau Ancaman Demokrasi?

Berita

Gagal Tangani Pandemi COVID-19, Presiden Brasil Didesak Mundur

badge-check


					Gagal Tangani Pandemi COVID-19, Presiden Brasil Didesak Mundur Perbesar

Jendelahukum.com – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, didesak mundur oleh Puluhan ribu warga Brasil dalam aksi protes di pusat kota Rio de Janeiro Minggu (30/5). Para demonstran tersebut menilai Bolsonaro telah gagal dalam penanganan pandemi corona yang telah merenggut lebih dari 461.000 nyawa warga Brasil.

Dalam aksinya, para demonstran memakai topeng berbaris di jalan-jalan sambil meneriakkan “Genosida Bolsonaro” atau “Pergi Bolsovirus.” Demonstrasi serupa juga diadakan di kota-kota besar lainnya, yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Seperti diketahui, hingga kini Brasil memiliki angka kematian akibat virus corona tertinggi kedua di dunia.

Pada awal pandemi, sayap kanan Bolsonaro menganggap COVID-19 sebagai “flu ringan” dan karena jumlah kematian terus meningkat, ia terus membuat marah orang dengan cara lain dengan menentang tindakan untuk tinggal di rumah dan menggunakan masker.

Selain itu, menggembar-gemborkan pengobatan yang tidak efektif, menolak tawaran vaksin, dan gagal mengantisipasi kekurangan oksigen yang membuat pasien mati lemas.

“Kita harus menghentikan pemerintah ini. Kita harus mengatakan ‘cukup sudah’,” kata pengusaha Omar Silveira kepada AFP di rapat umum Rio.

“Dia (Bolsonaro) adalah seorang pembunuh, seorang psikopat. Dia tidak memiliki perasaan. Dia tidak merasakan seperti kita. Dia tidak dapat merasakan bencana yang dia sebabkan,” tambahnya.

Demonstran saat protes terhadap Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Brasilia, Brasil.

Demonstran juga menyerang Bolsonaro karena mengizinkan penggundulan hutan Amazon dan perampasan tanah dari masyarakat adat, dan mengatakan dia mendorong kekerasan dan rasisme.

Demonstrasi diadakan Sabtu di kota-kota besar lainnya seperti ibu Kota Brasilia, Salvador di timur laut dan Belo Horizonte di tenggara.

Di timur laut kota Recife, polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet membubarkan unjuk rasa jalanan, kata situs berita G1.

Meski begitu, dua akhir pekan terakhir, pendukung Bolsonaro juga mengadakan demonstrasi, karena tingkat dukungan pada pemerintah anjlok ke rekor terendah 24 persen, menurut jajak pendapat oleh Datafolha.

Sekitar 49 persen dari mereka yang ditanyai mendukung pencopotan Bolsonaro dari jabatannya sementara 46 persen menentang, kata jajak pendapat ini.

Baca Lainnya

Warganet Ditangkap Usai Unggah Pidato Prabowo, Di Mana Batas Kritik?

11 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Warganet Ditangkap Usai Unggah Pidato Prabowo, Di Mana Batas Kritik

Kasus Febrie Adriansyah di Persimpangan: Bukti Penyidik vs Uji Praperadilan

10 Agustus 2026 - 05:57 WIB

Kasus Febrie Adriansyah di Persimpangan: Bukti Penyidik vs Uji Praperadilan

Pilkada Tanpa Wakil: Solusi atau Ancaman Demokrasi?

8 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Pecah Kongsi Daerah: Siasat dan Dampak Pilkada Tanpa Wakil

KPK Dalami Dugaan Pemberian 12.500 SGD kepada Pejabat Kementerian Kehutanan

5 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Trending di Berita