Menu ✖

Mode Gelap
Tanggung Jawab Direksi dalam Perseroan Terbatas, Kapan Bisa Digugat? Gaji Ditahan Perusahaan, ke Mana Pekerja Harus Mengadu? Tanah Warisan Jadi Sengketa Keluarga, Bagaimana Cara Menyelesaikannya? Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanjut Dua Hakim Dijatuhi Sanksi Berat, dari Mangkir 129 Hari hingga Pelanggaran Etik Daftar Tindak Pidana Baru dalam KUHP Nasional Yang Harus Diketahui

Berita

Gus Muhaimin Sebut Indonesia Alami 3 Krisis; Ekologi, Ekonomi, dan Kesehatan

badge-check


					Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB Perbesar

Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB

Jendelahukum.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, menyebut Indonesia mengalami tiga krisis yang saling terkait selama pandemi. Ketiga krisis itu adalah krisis ekologis, ekonomi, dan kesehatan.

“Krisis ekologis ditandai dengan banyaknya bencana ekologis maupun hidrometeorologis yang terjadi di Indonesia dalam lima tahun terakhir,” kata Cak Imin saat menghadiri HUT Gerbang Tani ke-7 secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Sementara itu, krisis ekonomi, lanjut Cak Imin, ditandai dengan merosotnya ekonomi di semua sektor karena dampak pandemi COVID-19. Krisis ekonomi, katanya, telah berdampak hilangnya kesempatan kerja dan pemutusan hubungan kerja bagi jutaan orang di Indonesia.

Berita lainnya: Gus Muhaimin: Islam Kebangsaan Berikan Dampak Langsung Terhadap Ekonomi

Data Kemnaker menyebut terdapat 2,4 juta PHK sepanjang 2020. Sedangkan Kadin menyebut 15 juta UKM gulung tikar.

“Sedangkan krisis ketiga adalah krisis kesehatan. Ini malah krisis yang pertama, yaitu COVID telah membukakan mata kita semua bahwa rasio kebutuhan fasilitas kesehatan kita tidak sebanding dengan kebutuhan jumlah masyarakat. SDM Nakes kita juga tidak seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Gus Muhaimin menilai Indonesia masih belum berdaya menghadapi tiga krisi utama tersebut dalam masa pandemi covid-19. Lebih lanjut Ketua Umum PKB itu menjelaskan, hikmah dari pandemi ini membuat seluruh elemen bangsa melihat ketidakberdayaan tersebut, bahkan di seluruh dunia dan sendi kehidupan.

“Krisis ekologi, kesehatan, dan ekonomi memunculkan pertanyaan besar ke mana arah pembangunan Indonesia di masa depan, perubahan positif dan progresif harus dilakukan,” katanya.

Menghapi permasalah tersebut, Gus Muhaimin mengatakan Indonesia harus melakukan penataan ulang dan re-setting awal lagi dengan seluruh keadaan.
“Di situlah pentingnya pertanian menjadi alternatif dasar bagi dimulainya resetting dan restrukturisasi ekonomi,” katanya.

Selain itu, Gus Muhaimin menaruh harapan besar kepada Gerbang Tani sebagai organisasi sayap PKB untuk turut serta mengubah sejarah kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, khususnya rakyat desa dan rakyat tani menjadi tuan di negeri sendiri dan orang kaya di negeri sendiri.

“Hadratussyekh KH. Hasyim Asyari menyampaikan bahwa petani adalah tuannya negara dan kuasanya itu nyata. Dengan semangat ini saya dan kita semua harus menjadi pesan dari spirit itu, menjadikan nyata kekuasaan petani di negeri sendiri, menjadikan negeri ini makmur karena punya petani, makmur karena negerinya memang negeri pertanian, negeri agraris,” kata Imin.

Baca Lainnya

Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanjut

20 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Eksepsi Roy Suryo Ditolak, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Lanjut

Dua Hakim Dijatuhi Sanksi Berat, dari Mangkir 129 Hari hingga Pelanggaran Etik

20 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Dua Hakim Dijatuhi Sanksi Berat, dari Mangkir 129 Hari hingga Pelanggaran Etik

MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, DPR Diberi Waktu Dua Tahun

18 Oktober 2026 - 08:13 WIB

MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, DPR Diberi Waktu Dua Tahun

Festival Transmigrasi 2026 Digelar di Rempang, Dorong Ekonomi Kawasan

10 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Festival Transmigrasi 2026 di Rempang
Trending di Berita