Menu

Mode Gelap

Editorial · 1 Feb 2022 16:25 WIB ·

Mengenang Jasa Gus Dur Bagi Warga Tionghoa


 KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Dur Perbesar

KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Dur

Jendelahukum.com, Jakarta – Jasa KH Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil Gus Dur akan selalu dikenang oleh warga Tionghoa di Indonesia. Bagaimana tidak, Saat Gus Dur menjadi presiden, Hari Raya Imlek akhirnya bisa diperingati dan dirayakan dengan bebas.

Warga Tionghoa tidak perlu lagi harus sembunyi-sembunyi jika merayakannya. Kebebasan ini tidak lepas dari keputusan politik Gus Dur yang pada 17 Januari 2000, mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2000, yang isinya mencabut Inpres No 14/1967 yang dibuat Soeharto tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China.

Baca juga: Ditunding Sebagai Otak Pelengseran Gus Dur, Begini Klarifikasi Amien Rais

Karena itu, sampai saat ini Gus Dur dikenang sebagai tokoh pembela bagi berbagai kelompok yang dipinggirkan. Gusdur merupakan sosok ulama yang tidak hanya dihormati oleh kalangan umat Islam, tapi juga oleh para tokoh agama Tionghoa. Karena itu, Gus Dur pun ditasbihkan sebagai Bapak Tionghoa.

Dalam buku berjudul “41 Warisan Kebesaran Gus Dur”, M Hanif Dhakiri menjelaskan, Gus Dur tidak hanya banyak melahirkan pemikiran dan kebijakan yang menghormati masyarakat Tionghoa, tapi mantan Presiden RI ini juga mensejajarkan mereka dengan semua kelompok yang ada di bumi Nusantara dari berbagai agama, suku, dan adat istiadat yang berbeda.

Pada level praktis dan kebijakan, kata hanif pembelaan Gus dur terhadap kelompok kelompok dan etnis Tionghoa telah dibuktikan secara nyata. Menurut Hanif, perhatian dan pembelaan Gus Dur terhadap kelompok Tionghoa sangat besar.

Karena itu, beberapa tokoh agama Tionghoa Semarang kemudian mentasbihkan Gus Dur sebagai Bapak Tionghoa pada 10 Maret 2004 silam di Kelenteng Tay Kak Sie. Penghargaan dan penghormatan masyarakat Tionghoa kepada Gus Dur juga selalu diitunjukkan dalam berbagai kesempatan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sejarah dan Asal Mula Peringatan HARI KARTINI

21 April 2022 - 06:24 WIB

Hari Kartini vector

Gara-Gara Pakai Nama Bekasi FC, Atta Halilitar Disomasi

1 April 2022 - 03:13 WIB

Atta Halilintar Disomasi

Mengapa Sertifikasi Halal Itu Penting?

14 Maret 2022 - 07:03 WIB

Sertifikasi Halal

MK Pernah Tolak Legalkan Pernikahan Beda Agama, Ini dia Alasannya

12 Februari 2022 - 03:36 WIB

Jendela Hukum

10 Kampus dengan Jurusan Hukum Terbaik di Dunia

2 Februari 2022 - 09:46 WIB

kampus hukum

Diperingati Setiap 22 Oktober, Berikut Sejarah Hari Santri Nasional

22 Oktober 2021 - 16:31 WIB

Hari Santri Nasional
Trending di Editorial