Menu ✖

Mode Gelap
Tok, MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah Pengacara Gibran Pamerkan Dokumen Pendidikan SD hingga S-1 di PTUN MK Pangkas Tenggat Putusan PTUN Jadi 14 Hari, Pengajuan Eksekusi 21 Hari Kerja Denny Indrayana Cabut Gugatan Suket Ijazah Gibran, Walk Out dari Sidang PTUN Wanprestasi dalam Perjanjian: Pengertian, Unsur, dan Contoh Kasus Asas Fair Use dalam Hak Cipta di Era Kreativitas Digital dan Kecerdasan Buatan

Berita

Bakal Calon Presiden dari Non Parpol Lebih Menonjol

badge-check

Jendelahukum.com, Jakarta – Rendahnya popularitas nama-nama bakal calon presiden dari kalangan non-partai politik yang berpotensi maju di Pilpres 2024 merupakan cerminan lemahnya identitas kepartaian di Indonesia.

Ideologi parpol nyaris seragam, sistem pemilu rumit, dan sikap partai terhadap suatu isu sering inkonsisten menyebabkan publik berpikir negatif terhadap eksistensi politisi dari parpol.

“Konsekuensinya figur nonpartai cenderung menjadi lebih menonjol di masyarakat,” kata Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini ketika dihubungi, Minggu (10/10).

Baca juga: Pengamat: Presidential Threshold Batasi Ruang Capres Potensial

Menurut Titi, masyarakat beranggapan figur nonpartai lebih inklusif karena bisa mengikat pemilih lintas partai.

“Sementara figur partai yang terhubung hanya pada satu partai secara kuat,” jelasnya.

Selain itu, tambah Titi, berdasarkan pengalaman selama ini, akibat ambang batas pencalonan presiden, partai-partai juga tak terlalu mampu memberikan calon-calon alternatif yang beragam untuk pilihan di pemilu.

“Akibatnya masyarakat melihat calon yang itu-itu terus,” ungkapnya.

Baca juga: Ketua DPD RI: Presidential Threshold Produk Oligarki Untuk Kuasai Negara

Merespon fenomena ini, menurut Titi, partai politik harus berbenah diri dan serius melakukan pendidikan politik untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Sudah saatnya pula ambang batas pencalonan presiden dihapus, agar lebih banyak kader-kader terbaik partai bisa maju di pilpres serta membangun dinamika kompetisi yang sehat dan kompetitif,” pungkasnya

Baca Lainnya

Tok, MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 18:50 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah

Pengacara Gibran Pamerkan Dokumen Pendidikan SD hingga S-1 di PTUN

30 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Pengacara Gibran Pamerkan Dokumen Pendidikan SD hingga S-1 di PTUN

MK Pangkas Tenggat Putusan PTUN Jadi 14 Hari, Pengajuan Eksekusi 21 Hari Kerja

30 Oktober 2026 - 06:40 WIB

MK Pangkas Tenggat Putusan PTUN Jadi 14 Hari, Pengajuan Eksekusi 21 Hari Kerja

Denny Indrayana Cabut Gugatan Suket Ijazah Gibran, Walk Out dari Sidang PTUN

30 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Denny Indrayana Cabut Gugatan Suket Ijazah Gibran, Walk Out dari Sidang PTUN
Trending di Berita